Laman

Kamis, 01 Mei 2014

Mendikbud Pantau Kesiapan Pelaksanaan UN SMP



HeadlineMendikbud Mohammad Nuh - (Foto: inilahcom)
Oleh:
nasional - Kamis, 1 Mei 2014 | 21:32 WIB
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, bersama-sama para pejabat di lingkungan Kemdikbud, Kamis (1/5/2014), di Gedung A, Lt2 Kemdikbud, memantau kesiapan UN SMP sederajat melalui video conference dengan kepala dinas pendidikan di berbagai propinsi.
Acara video conference tersebut dalam rangka ingin mengetahui secara pasti persiapan yang sudah dilakukan daerah dalam rangka pelaksanaan UN SMP sederajat, yang akan dilaksanakan 5-8 Mei 2014.
Sebanyak enam kepala dinas pendidikan di Indonesia berkomunikasi langsung dengan Mendikbud tentang berbagai hal kesiapan dinas pendidikan untuk pelaksanaan UN SMP sederajat. Keenam Kepala Dinas Pendidikan Propinsi tersebut adalah Jambi, Papua, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Selatan.
Dari hasil wawancara langsung dengan para kepala dinas menyampaikan semuanya sudah siap untuk melaksnakan UN SMP sederajat. Bahkan daerah terjauh pun pada propinsi tertentu di pastikan siap melaksanakan UN.
Mendikbud M. Nuh, mengatakan persiapan pelaksanaan UN SMP sederajat perlu di lakukan pemantauan untuk mengetahui sesegera mungkin kesiapan semua daerah melaksanakan sesuai dengan standar prosedur yang sudah dibuat. Jika ada kendala di lapangan dapat segera diselesaikan sebelum pelaksanaan UN berlangsung.
M. Nuh, menekankan kepada semua kepala dinas pendidikan agar mematuhi rambu-rambu yang sudah ditetapkan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Aktifkan para pengawas yang sudah ditunjuk untuk selalu memantau semua perkembangan pelaksanaan dilapangan. Pastikan ketersediaan naskah soal cukup, dan jika ada kekurangan soal lakukan sesuai SOP yang sudah di susun”, imbuhnya.
Laporan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi
Dalam video conference, dari Propinsi Jambi melapaorkan, naskah soal UN SMP telah sampai dan akan didistribusikan hari Sabtu (3/5/2014). “Daerah terjauh pengiriman adalah di Kabupaten Kerinci memerlukan waktu 12 jam perjalanan,” kata perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Adapun Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menyatakan kesiapannya. Untuk Papua siap melaksanakan UN pada Senin (5/5/2014) mendatang, sedangkan NTB penyiapan soal telah selesai. “Naskah soal untuk Pulau Sumbawa sudah didistribusikan 26 April yang lalu dan dititipkan di polres,” ujar panitia UN dari Provinsi NTB.
Kesiapan juga dilaporkan dari Provinsi Kalimantan Tengah. Distribusi soal sudah sampai di kabupaten/kota. Jarak terjauh pengiriman ditempuh selama 14 jam dan dipastikan sebelum pelaksanaan sudah sampai. Demikian halnya Provinsi Sulawesi Tenggara, sejak tanggal 28 April soal sudah didistribusikan ke kabupaten/kota dan direncanakan pada 3-4 Mei soal sudah tiba di sekolah sampai di daerah terjauh.
Untuk Provinsi Kalimantan Selatan naskah soal UN sudah didistribusikan pada 28 April ke kabupaten/kota. Wilayah terjauh ditempuh selama 32 jam juga sudah siap. Kekurangan 7 amplop soal IPA terjadi di Kota Banjarmasin, namun telah dikoordinasikan dengan percetakan untuk dikirim.
M. Nuh, di akhir video conference menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak terutama para pejabat di daerah yang sudah mempersiapkan dengan baik sehingga perkembangan persiapan pelaksanaan UN SMP sederajat dapat terpantau dengan baik.
Menurut Mendikbud, persiapan krusial adalah masalah persediaan naskah soal. Untuk itu, kata dia, pihaknya memastikan ketersediaan naskah. “Kalau ada kekurangan naskah masih bisa terselesaikan dan di percetakan ada stok naskah cadangan,” kata Mendikbud.
Hadir pada saat video conference adalah; Sekretaris Jenderal, Ainun Na’im, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Furqon, Dirjen Pendidikan Dasar, Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Menengah, Achmad Jazidie, Sekretaris Balitbang, Dadang Sudiyarto, Sekretaris Ditjen Pendidikan Dasar, Thamrin Kasman, Kepusat Kurikulum, Ramon Mohandas, Kapus Pendidik, Nizam, dan Kepala Pusat Informasi dan Humas, Ibnu Hamad. [adv]

Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2014

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipS1qIE9jfZ8760ldXLw4svmKxn6984yxR4v5Lv-8XlU2F7h4DsZQVACJpEya34fg03YYThPMMFmbpZIKbClLfSP8DcTqijBpr8AjCVKA2_Wy3xVHku17S_VV2DHuxS3vKHKeuGsm8MeE/s1600/mekanisme-un.jpgMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA sempat menghimbau masyarakat untuk memahami Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional secara keseluruhan. Beliau memberi contoh pasal 58 ayat 1 yang sering dijadikan dasar untuk kontra terhadap UN. Di sana tertulis, 'Pendidik berperan mengevaluasi hasil belajar untuk memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan'.


Pada pasal 58 ayat 1, memang terlihat gurulah yang punya hak untuk menilai. Mendikbud membenarkan hal tersebut, tetapi penilaian tersebut untuk memantau proses kemajuan. Jika dilihat di ayat dua pada pasal yang sama, yaitu, 'evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan'. Dan diitambah lagi pada pasal 59 ayat tiga, dimana ketentuan mengenai evaluasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Ayat 1 untuk evaluasi internal, ayat 2 untuk evaluasi eksternal, dan ayat 3 tentang pengaturan evaluasi dengan peraturan pemerintah.
Ujian Nasional (UN) merupakan evaluasi (penilaian) untuk melihat sejauh mana pencapaian hasil belajar pada proses pendidikan yang telah/sudah berlangsung. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, masih terdapat tugas mulia untuk membenahi pemanfaatan Ujian Nasional.
Pada tahun pelajaran 2013/2014 ini pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk menggelar pelaksanaan ujian nasional yang lebih baik lagi. Dari Mekanisme pelaksanaan UN tahun ini beberapa kegiatan telah mulai dilakukan diantaranya penyerahan master naskah soal ujian nasional (UN) telah diserahkan ke lima perusahaan pemenang lelang penggandaan naskah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, Senin (24/02/2014). Selanjutnya, naskah tersebut akan digandakan hingga 18 Maret mendatang.
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Dadang Sudiyarto, mengatakan, setelah digandakan, naskah soal dan lembar jawaban ujian (LJU) akan didistribusikan ke ibu kota provinsi. Pendistribusian dijadwalkan tanggal 19-31 Maret 2014 dengan pengawasan dari perguruan tinggi, LPMP, dan Polri.
Setelah sampai di provinsi, tanggal 1 April dijadwalkan naskah UN akan diserahkan kepada dinas pendidikan provinsi melalui panitia pelaksana hasil pekerjaan (PPHP) dan disaksikan oleh perguruan tinggi, LPMP, dan Polri. Dari dinas, naskah tersebut akan didistribusikan kembali ke penyimpanan sementara di kabupaten/kota. Pendistribusian tahap ini melibatkan panitia dari Kanwil Kemenag dan diawasi oleh perguruan tinggi, LPMP, dan Polri.
Dadang menjelaskan, setelah berada di titik penyimpanan sementara naskah UN dijaga oleh perguruan tinggi, LPMP, dan Polri. Pengambilan semua naskah soal dan LJUN oleh satuan pendidikan yang lokasinya jauh dari tempat penyimpanan sementara pada 13 April 2014, satu hari sebelum pelaksanaan ujian nasional dengan pengawalan pihak kepolisian.
"Bagi satuan pendidikan yang berada di sekitar lokasi penyimpanan sementara, pengambilan naskah UN dilakukan setiap hari selama UN berlangsung sesuai dengan mata pelajaran yang diujikan," kata Dadang.
Setelah siswa mengerjakan soal UN, perguruan tinggi mengawasi penerimaan LJUN dari satuan pendidikan. Pengawas memastikan amplop LJUN dilem/dilak, ditandatangani oleh pengawas ruang, dan dibubuhi stempel satuan pendidikan. "Soal dan LJUN tidak dikumpulkan terlebih dulu di ruang kepala sekolah, agar tidak ada dugaan kecurangan," katanya.
Proses pemindaian LJUN dilakukan dengan menggunakan software yang ditentukan oleh pelaksana UN tingkat pusat. Panitia menjamin, keamanan proses pemindai LJUN terjaga dan akan disampaikan hasil pemindaian ke pelaksana tingkat pusat.
Sebagai informasi bahwa teknis pelaksanaan ujian nasional (UN) akan dilaksanakan mulai 14 April mendatang. Kepala Balitbang Kemdikbud, Furqon, saat membuka rapat koordinasi nasional (Rakornas) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dengan dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan perguruan tinggi, hari ini, mengatakan, UN Tahun Pelajaran 2013/2014 adalah istimewa. Selain karena menjadi UN terakhir pada pemerintahan kabinet bersatu II, pelaksanaan UN tahun ini juga hampir bersamaan dengan pemilihan umum legislatif. "Untuk itu, sesuai arahan Mendikbud, pelaksanaan UN harus cermat dan sesuai agenda. Semoga sukses, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!
Sumber : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan